Konsep franchise pertama kali berkembang di Indonesia pada tahun 1970an, dengan berdirinya KFC, Swensen, dan Shakey Pisa yang kemudian diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven.
Pada tahun 1990,melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, politik yang stabil dan keamanan yang terjamin, para investor dari luar negeri mulai melirik Indonesia dan di sini, franchise asing mulai booming di pasar Indonesia .
Pada tahun 1992, di Indonesiat terdapat 29 franchise yang berasal dari luar negeri dan 6 franchise lokal, dan secara keseluruhan, di Indonesia tersebar sekitar 300 outlet. Pada tahun 1997, jumlah franchisor meningkat hingga 265 franchise, di mana terdapat 235 franchise internasional dan 30 franchise lokal. Dan jumlah keseluruhan outlet adalah 2000. Pada tahun 1997, terjadi krisis moneter di Indonesia. Pada saat ini, diikuti oleh krisis ekonomi dan politik di Indonesia pada tahun 1998 yang mengakibatkan jatuhnya industri franchise di Indonesia. Banyak franchisor asing yang meninggalkan Indonesia dan hampir sekitar 500 outlet yang tutup oleh karena kondisi yang tidak mendukung ini. Pada saat itu, jumlah franchise dari luar negeri yang beroperasi di Indonesia menurun dari 230 hingga 170-180 franchise. Tetapi justru pada saat ini, franchise lokal mulai memadati pasar franchise Indonesia dari 30 meningkat hingga 85 merek produk yang berkembang.
Sumber : (http://www.franchisekey.com/id/franchise-waralaba)
Diposting oleh
Angga Surya
di
05.32
Saat ini, industri franchise berkembang dengan pesat di Indonesia, baik lokal maupun asing. Stabilitas ekonomi, politik dan kemanan yang semakin membaik membuat para investor kembali menyerbu pasar Indonesia. Jumlah penduduk yang besar (sensus bulan Juli 2007 : 234,693,997, no.4 terbesar di dunia) merupakan salah satu potensi yang dimiliki Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai GDP US$1,038billion dan US$4.616 per kapitanya membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang potensial, baik bagi investor lokal maupun asing.
Menurut ISA Customer Satisfaction Survey Reports, US Department of Commerce, 5 industri franchise yang paling berkembang di Indonesia adalah:
● Food & Beverages. Misalnya di Indonesia telah menjamur restoran Mc. Donald, KFC, Pizza Hut, Dunkin's Donuts, Wendy's, A&W Restaurants, Saint Cinnamon, Oh La La Café, Haagen-Dazs Ice Cream, Daskin Robbins, Chi chi's, Hartz Chicken, Subway Sandwiches & Salads, TGI Friday's, dsb.
● Produk pendidikan dan servis (termasuk untuk anak kecil). Misalnya : Berlitz, English First, Gymboree, dsb
● Retail (termasuk convinience & Specialty stores). Misalnya : Circle K, AM/PM, Manchester United, Athlete's Food, Body Shop, dsb
● Servis Real estate: misalnya Century 21, Ray White, Coldwell Banker, LJ Hooker, dsb
● Laundry & Dry Cleaning, misalnya: 5 à Sec, Jeeves, DeWaas, One hour Martinizing, dsb.
Sumber : (http://www.franchisekey.com/id/franchise-waralaba)
Diposting oleh
Angga Surya
di
05.30
Secara ringkas pengertian lain waralaba adalah hubungan bisnis antara pemilik merek, produk dan sistem operasioal dengan pihak kedua berupa pemberian izin pemakaian merek, produk, sistem operasional dalam jangka waktu tertentu.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bisnis waralaba adalah hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee dimana franchisor menawarkan dan wajib memelihara kepentingan yang terus menerus pada usaha waralaba, seperti bidang pengetahuan, pelatihan. Waralaba beroperasi dibawah merk / nama dagang yang sama, format dan prosedur dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor dimana franchisee telah melakukan investasi didalamnya dengan sumber dananya sendiri.
Sumber : (http://iyano.wordpress.com/2010/11/26/bab-ii/)
Diposting oleh
Angga Surya
di
18.14
Seorang Enterpreneur adalah pribadi yang unik dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang lainnya. Sukses dalam bisnis yag dicapai tidak lepas dari karakter pribadi yang baik. Jika kita menengok beberapa orang yang sukses mengelola bisnis, tentu ada sifat dan sikap-sikap yang unggul di dalamnya. Seorang enterpreneur memiliki kelebihan tersebut yang menjadi modal dasar dan kekuatan dalam menjalankan bisnis. Pribadi yang sukses dalam bisnis tidak muncul dengan begitu saja tetapi diasah atau melalui proses pembelajaran entah disadari atau tidak. Karena itu dalam proses menjadi pribadi yang sukses adalah melatih diri kita agar selalu membiasakan diri dengan hal-hal yang baik.
Cara orang melakukan kebiasasaan digerakkan oleh asosiasi pikirannya atau yang dikenal dengan neuro asosiatif conditioning (NAC). Satu contoh jika kita melihat restoran yang terbayang adalah makanan-makanan yang lezat dan mengundang selera. Jika asosiasi ini dilanjutkan dengan singgah di setiap restoran yang dilewati meski tidak sedang lapar tentu efeknya badan akan menjadi gemuk. Jika dirasakan badan terlalu gemuk adalah tidak baik maka yang bisa dilakukan adalah mengubah asosiasi tentang restoran dan makanan. Kalau sebelumnya asosiasi neuronya saat melihat restoran terbayang makanan yang lezat-lezat, kini diubah saat melihat restoran bayangan di layar mentalnya, seperti melihat kaca yang sangat besar dan di situ terlihat wajah gendut yang sangat jelek, penampilannya tidak menarik dan banyak orang yang mencibir. Perubahan asosiasi tersebut cukup ampuh sehingga ketika melihat restoran bukannya berhenti malah badan dia bergidik melihat penampilannya sendiri dan restoran dilewati saja. Itulah sekelumit cerita yang dialami oleh Anthony Robbins penulis buku berjudul “Awaken the Giant Within”.
Contoh sederhana bagi kita yang ingin disiplin bangun pagi. Bisa saja membuat gambaran, kalau selalu bangun kesiangan maka macam-macam penyakit akan datang. Atau kalau kesiangan maka kita tidak bisa janji tepat waktu dengan klien yang bisa menyebabkan order-order dibatalkan. Bagi pimpinan sebuah perusahaan, sanksi atas ketidakdisiplinan bisa membuat seseorang malu. Contohnya, apabila datang terlambat atau jarang mengikuti rapat-rapat. Dalam pertemuan bulanan diumumkan siapa-siapa saja yang jarang mengikuti rapat dan berapa hari absen dalam rapat. Kalau catatan tersebut diumumkan di forum, maka yang bersangkutan akan menanggung rasa malu yang luar biasa. Dan dipastikan di bulan berikutnya dia tidak akan mau lagi menanggung rasa malu yang besar tersebut di depan teman-temannya. Sementara yang rajin diberi reward atau penghargaan.
Setelah selesai mengubah satu kebiasaan, kita bisa beranjak untuk mengubah kebiasaan berikutnya. Misalnya saja, kreatif dan banyak ide dalam tiap pertemuan, menepati janji, menambah teman baru satu hari satu orang, selalu keluar rumah dengan doa dan membawa jadwal harian, selalu tersenyum setiap bertemu dengan siapapun, dll. Apa yang bakal terjadi ketika kita selalu mengubah kebiasaan-kebiasaan baru yang baik? Akumulasi mengubah kebiaasaan tersebut tanpa kita sadari, kita menjadi orang yang hebat dan luar biasa. Istilah asingnya menjadi Great Person. Great Person adalah seseorang yang selalu mengubah kebiasaan menjadi baik dan mempertahankannya tapi tetap merasa harus terus berubah setiap saat.
Budaya ini di Jepang dikenal dengan kaizen (improvement continuously), memperbaiki diri secara terus menerus, tidak pernah berhenti, tidak pernah merasa puas berubah untuk menjadi baik. Selalu berubah ke arah yang lebih baik menjadi visinya. Dalam menjalankan sebuah bisnis termasuk bisnis usaha kecil, transformasi dan perubahan-perubahan ke arah perbaikan perlu dilakukan secara terus menerus untuk mencapai kesuksesan. Bagaimana dengan Anda? Bisa jadi Anda sudah menerapkan lebih dahulu prinsip-prinsip di atas, kalau belum mari kita mengubah diri kita ke arah yang lebih baik. Konon katanya, satu kebiasaan akan menetap di alam bawah sadar kita apabila dilakukan 21 hari secara berturut-turut.
Yang perlu dihindari adalah ketika ingin berubah, datang godaan. Sebesar apapun godaan yang datang, milikilah prinsip yang kuat, lebih baik kita menunda suatu kesenangan saat demi menyongsong kenikmatan yang panjang di masa yang akan datang. Ketimbang kita tergoda dengan kenikmatan sesaat, tapi akan menjadi penderitaan seumur hidup. Pilih yang mana? Anda yang lebih pandai untuk membuat keputusan.
Jika ingin menjadi enterpreneur yang memiliki bisnis yang sukses, tentu hal pertama adalah membuat pemikiran setinggi mungkin sehingga kita memiliki motivasi untuk bekerja lebih keras. Dengan motivasi dan impian yang tinggi dapat memberikan dorongan untuk bekerja keras, pantang menyerah dan tidak putus asa. Perbaikan diri dengan senantiasa melakukan kebiasan-kebiasaan baik adalah hal kecil yang bisa dilakukan tetapi memiliki efek yang luar biasa bagi kesuksesan anda.
Sumber : (http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/menjadi-pribadi-yang-sukses-dalam-bisnis)
Diposting oleh
Angga Surya
di
18.03
* Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
* Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
* Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
* Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
* Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
* Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
* Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
* Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.
Sumber : (http://tutorial-triktips.blogspot.com/2010/03/faktor-faktor-keberhasilan-wirausaha.html)
Diposting oleh
Angga Surya
di
17.57
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.
Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah)
Diposting oleh
Angga Surya
di
04.54
Istilah entrepreneurship (kewirausahaan) telah banyak berdengung di telinga masyarakat, lain halnya dengan istilah intrapreneurship. Orang-orang cenderung tidak memahami makna dari intrapreneurship. Pada dasarnya intrapreneurship adalah entrepreneurship yang dipraktekan dalam sebuah organisasi yang lebih besar dan mempunyai sumber daya untuk melaksanakan ide dan inovasinya guna mengembangkan perusahaannya. Jadi dapat dikatakan bahwa perbedaan intrapreneurship dan entrepreneurship adalah skala besar-kecilnya suatu perusahaan atau organisasi.
Organisasi yang besar sangat membutuhkan para intrapreneur untuk merespon masalah yang dihadapi perusahaan seperti kebutuhan akan inovasi. Seiring meningkatnya kualitas persaingan usaha dan untuk mencegah terjadinya exodus, para karyawan terbaik dan cerdas memiliki kecenderungan yang meninggalkan perusahaan untuk menjadi entrepreneur usaha mandiri.
1. Pengertian Intrapreneurship
Intrapreneurship is the practice of using entrepreneurial skills without taking on the risks or accountability associated with entrepreneurial activities.
Intrapreneurship is a strategy for stimulating innovation by making better use of entrepreneurial talent. When effectively promoted and channelled, intrapreneurship not only fosters innovation, it also helps employees with good ideas to better channel the resources of a corporation to develop more successful products.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa intrapreneur adalah entrepreneurship yang dipraktekkan di dalam sebuah organisasi yang mapan.
2. Keunggulan dan Kerugian Intrapreneurship
Keunggulan dari intrapreneurship adalah pada sumber daya untuk melaksanakan pembangunan bisnis. Mereka dapat memakai sumber daya yang ada pada perusahaan sekarang. Bahkan perusahaan core dapat memberi jaminan modal dan memperbolehkan penggunaan nama perusahaan inti untuk branding. Manajemen operasi pada perusahaan baru dan kebijakannya terkadang mirip dengan perusahaan lama. Pada entrepreneur, manajemen biasanya lebih flexible.
Kerugian dari intrapreneurship adalah “boss” perusahaan baru sebenarnya masih tetap dihitung sebagai karyawan dari perusahaan inti sehingga kebebasannya tidak seluas perusahaan utama (terikat kontrak). Hidup dari perusahaan baru kadang sangat bergantung dari kebijakan perusahaan inti.
3. Faktor pendukung pengembangan intrapreneurship
Pengembangan intrapreneur didukung beberapa faktor ini :
• Peningkatan persaingan sehingga innovasi harus diperhatikan termasuk dari karyawan yg tentunya mempunyai gambaran detail operasi perusahaan
• Peluang perusahaan menurun untuk memegang posisi atas (lihat referensi 1)
• Loyalitas karyawan menurun, bila karyawan mempunyai ide bisnis tetapi perusahaan tidak mau melaksanakannya maka karyawan tsb mungkin akan mencari sumber daya diluar (dan keluar lagi organisasi)
Bagaimana perusahaan sekarang menyikapi Intrapreneur
Saat ada beberapa cerita sukses tentang intrapreneur, perusahaan harus juga waspada terhadap resikonya. Membuka perusahaan baru dengan sumber daya perusahaan inti adalah cara yang efektif untuk menguras kekuatan perusahaan inti. Perusahaan inti harus benar-benar memperhitungkan kemampuan mereka dan kemungkinana resiko dan keuntungan dari calon perusahaan baru.
Seorang penemu ide bisnis harus dilihat apakah mempunyai kemampuan dalam operasinya. Saat seorang penemu mungkin melihat jalan baru untuk menggapai konsumen, mereka mungkin memerlukan seseorang yang ahli dalam detail operasi. Penemu seperti yang menunjukkan tujuannya, orang operasional akan memutuskan dengan kendaraan apa mereka akan kesana.
Perusahaan inti harus melihat intrapreneur sebagai salah satu cara untuk mendeliver ide ke pasar dengan cepat. Sebaiknya perusahaan bisa mengidentifikasikan karyawan mereka yg mempunyai jiwa intrapreneur dan memberikan kesempatan kepada mereka yang idenya berpeluang menghasilkan profit.
Sumber : (http://cyndrell4.blogspot.com/2009/03/kreatif.html)
Diposting oleh
Angga Surya
di
04.48
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian
Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan
Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :
memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,
memperkenalkan metoda produksi baru,
membuka pasar yang baru (new market),
Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Peter F. Drucker
Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Zimmerer
Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
Sumber : (http://adesyams.blogspot.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.html)
Diposting oleh
Angga Surya
di
04.39
Untuk saat ini masih jarang sekali penjual briket tempurung kelapa yang kita temukan, padahal produk ini akan sangat dibutuhkan sekali di masa depan. Mengingat kebutuhan bahan bakar minyak untuk energi sudah banyak yang di pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka nantinya briket tempurung kelapa ini dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Keunggulan dari produk ini adalah:
1. HEMAT & EKONOMIS. Hasil Lab. SUCOFINDO menunjukkan , bahwa Briket Tempurung Kelapa yang berkualitas B ( khusus untuk rumah tangga, rumah makan / restauran , home industri dan lain-lainnya) produksi PT. Marga Okapallo memiliki kalori 6481/kg dan mudah terbakar, menghasilkan energi panas tinggi dan tahan lama sehingga secara ekonomis menggunakan Briket Tempurung Kelapa akan lebih hemat apabila dibandingkan dengan jenis bahan bakar lainnya.
2. AMAN &RAMAH LINGKUNGAN. Diolah tanpa menggunakan bahan kimia, pada saat digunakan abunya tidak berterbangan dan tidak berasap , tidak meninggalkan noda hitam pada peralatan yang digunakan ( alat-alat dapur dan lain-lainnya) tidak mengeluarkan bau menyengat / aroma tidak sedap yang dapat mengganggu aktifitas kerja kesehatan maupun lingkungan.
Untuk membuat briket tempurung kelapa tersebut ternyata mudah.
Alat dan bahan :
1.Tempurung kelapa
2.Tepung kanji
3.Air
4.Pipa paralon(bila diperlukan)
Cara membuat :
1.Tempurung kelapa dibakar sampai hangus, lalu ditumbuk sampai halus dan di ayak dengan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh.
2.Buat adonan dari tepung kanji (air dengan tepung kanji).
3.Campur bubuk tempurung kelapa dengan adonan kanji.
4.Bentuk bola - bola kecil atau masukkan pipa paralon (dicetak agar bentuknya bagus).
5.Jemur diterik matahari kurang lebih 1 hari(sampai benar - benar kering.
Proses pembuatan briket adalah sebagai berikut :
1.Pengarangan
Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).
2.Pengayakan
Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.
3.Pencampuran media
Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.
4.Pencetakan Briket Arang
Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa.
Diposting oleh
Angga Surya
di
02.37

Carlos Slim Helú menerima buku cek pertama pada usia 12 tahun. Dari cek itu, Slim merintis sebuah kerajaan yang dia idam-idamkan.
Impian bocah asal Meksiko blasteran Lebanon itu terwujud. Kini, di usia 70 tahun, dia resmi menjadi pria terkaya dunia versi 2010 menurut majalah bisnis terkemuka, Forbes.
Slim benar-benar telah memiliki kerajaan bisnis, di antaranya perusahaan telekomunikasi Telefonos de Mexico (Telmex) dan operator telepon selular, America Movil. Dia pun memiliki firma pusat perbelanjaan Grupo Sanborns, serta banyak perusahaan lain dalam Carso Group yang mempekerjakan sekitar 210.000 orang di Meksiko.
Saat ini, menurut majalah Forbes, Slim memiliki aset 53,5 miliar atau sekitar Rp 500 triliun. Dengan demikian, dia merebut posisi pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia tahun ini versi Forbes. Gates sendiri harus puas dengan posisi kedua dengan aset senilai 53 miliar dolar.
Berdasarkan laman situs resminya, putra imigran Lebanon bernama Julián Slim Haddad itu lahir di Kota Mexico City, 28 Januari 1940. Walau sudah memiliki bakat bisnis sejak belia, Slim harus memenuhi tuntutan orang tua, yaitu sekolah hingga sarjana.
Setelah lulus dengan gelar Sarjana Teknik Sipil dari National Autonomous University of Mexico School of Engineering, Slim kemudian serius menekuni bisnis yang menjadi bakatnya. Bisnis Slim pun terus berkembang sehingga membawa dia menjadi konglomerat.
Meski sekarang tidak lagi ikut campur dalam manajemen sebagian besar perusahaan karena diambil alih oleh anak-anak serta menantunya, Slim tetap aktif menentukan strategi bagi ekspansi bisnis perusahaan, dalam kegiatan kemanusiaan, konstruksi jalan dan bangunan, dan dalam mendapatkan saham di harian The New York Times, serta berbagai upaya ekspansi lain.
Slim mengantongi reputasi sebagai seorang pria yang mampu mengubah nasib perusahaan bermasalah menjadi kisah sukses dan selalu mencari peluang bisnis, meski para pesaing menuduhnya melakukan praktik monopoli dalam pasar telekomunikasi.
Keberuntungannya datang pada 1982 dengan privatisasi Telmex oleh pemerintah Meksiko. Telmex saat ini mendominasi telepon kabel dan pasar akses internet di Meksiko.
Dalam dua tahun terakhir, investasi Slim fokus pada Amerika Latin di mana grup perusahaannya tersebar di 18 negara melalui America Movil dan investasi di sektor infrastruktur.
Slim adalah duda dan ayah dari enam anak. Dia menikah dengan perempuan keturunan Libanon-Meksiko, Soumaya Domit, selama lebih dari 30 tahun hingga istrinya meninggal pada 1999. Kombinasi nama Carlos dan Soumaya menciptakan nama Carso.
Slim yang mengaku tidak menyukai kemegahan dan hura-hura ini juga memiliki sejumlah yayasan dan organisasi untuk membantu kalangan yang paling menderita dalam masyarakat. Penggemar fanatik baseball ini juga aktif mempromosikan budaya dan olahraga.
"Bagaimana rasanya menjadi orang terkaya di dunia dan tinggal di negara dengan 50 juta orang miskin?" tanya seorang wartawan suatu kali, seperti diberitakan dari laman Earth Times.
Slim tampak terganggu dengan pertanyaan itu. "Saya tidak akan membawa apapun saat saya mati," jawab pria yang hingga kini tetap tinggal di Mexico City tersebut.
"Dari posisi saya sebagai seorang pebisnis, saya selalu merasa memiliki tanggung jawab besar bagi negara saya, dan saya telah bertindak dengan tepat. Tantangan dalam hidup saya adalah untuk memperbaiki kondisi kesehatan, pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja," lanjut Slim.
Publikasi tahunan daftar orang kaya mencerminkan kebangkitan kekayaan setelah gejolak keuangan 2009, dengan gabungan 10 terkaya teratas senilai US$342 miliar, dibandingkan dengan US$254 miliar pada tahun sebelumnya.
"Ekonomi global pulih. Pasar keuangan kembali, terutama emerging market," kata kepala editor majalah Steve Forbes. "Ada 50% peningkatan kekayaan global secara umum dibanding dengan tahun lalu."
Tentu saja perekonomian pulih untuk super kaya, yang selama tahun lalu terpukul ambruknya pasar saham dan komoditas, tapi untuk semuanya melihat kenaikan tahun ini.
Forbes menghitung 1.011 miliarder dari 55 negara, naik dari 793 tahun lalu, meski masih kurang dari pra-krisis 1.125 yang terdaftar pada 2008.
Slim, 70, menjadi yang teratas untuk pertama kalinya, menggeser pendiri Microsoft Bill Gates. Slim naik dari tempat ke tiga di tengah keberhasilan dari America Movil, operator telepon seluler Amerika Latin terbesar.
Ini adalah pertama kalinya sejak 1994 warga negara non-AS menempati tempat teratas. Meski Gates, 54, tergelincir ke tempat ke dua, Amerika Serikat tetap jauh dominan dengan orang super-kayanya, dengan 403 miliarder, atau 40% dari 10 angka kekayaan dunia, turun dari 45%.
Itu termasuk terkaya nomor tiga Warren Buffett, 79, yang dianggap sebagai salah satu investor Wall Street yang paling handal dan sukses, dan Lawrence Ellison, 65, pemilik Oracle yang menyelesaikan 7,4 miliar dolar pembelian Sun Microsystems pada Januari.
Daftar meliputi 97 miliarder baru, 62 di antaranya berasal dari Asia, kawasan yang melihat booming pasar saham dan beberapa penawaran umum besar pada tahun lalu.
China daratan adalah untuk pertama kalinya negara yang paling banyak miliardernya setelah Amerika Serikat dengan 64, termasuk 27 miliarder baru. Termasuk Hong Kong, China membukukan 89 miliarder.
Rusia di urutan ketiga dengan 62 miliarder, banyak dari mereka raja komoditas yang jatuh dari daftar tahun lalu, hanya kepemilikan sumber daya alam mereka yang luas nilainya kembali tahun ini.
Eropa masih nomor dua kawasan super-kaya, dengan 248 miliarder. Terkaya Eropa adalah Bernard Arnault, 61, dari Prancis yang menjual LVMH Louis Vuitton, Moet & Chandon, dan barang mewah lainnya, dengan kekayaan bersih US$27,5 miliar.
Di belakang Arnault adalah Amancio Ortega dari Spanyol, pemilik jaringan pakaian Zara, dengan kekayaan 25 miliar dolar.
Asia membuntuti Eropa dengan hanya 14 miliarder dan nilai kekayaan kawasan bersih US$729 miliar adalah dua kali lipat setahun yang lalu.
Orang terkaya kawasan Asia, konglomerat minyak dan gas Mukesh Ambani, 52, naik ke peringkat empat dari tujuh dalam daftar dengan kekayaan bersih US$29 miliar, naik US$9,5 miliar.
Pakistan memiliki orang pertama pada daftar, Mian Muhammad Mansha, di nomor 937 dengan kekayaan bersih US$1 miliar dolar.
Di urutan kota, miliarder pertama berkumpul di New York, di mana terdapat 60, kemudian Moskow 50, dan London 32 orang terkaya.
Sumber : (http://www.ukmptk.com)
Diposting oleh
Angga Surya
di
02.26

